Pengalaman Mendaki Gunung Sumbing Bersama Tim 

travellersbay.net – Gunung sumbing memiliki ketinggian 3371 mdpl ini terletak di Jawa Tengah dan menjadi gunung tertinggi kedua di wilayah tersebut. Pemilihan pendakian gunung ini pun dilakukan bersama tim yang sudah dibahas jauh-jauh hari. Sebelumnya kegiatan menyenangkan ini memang sudah setiap tahun rutin dilakukan bersama tim. 

Kini, tiba masanya Gunung Sumbing yang harus kami daki terlebih dahulu untuk menikmati pesona keindahan alamnya. Saat hari penantian tiba, tim berkumpul di titik pertemuan dan berangkat bersama menuju titik pintu basecamp jalur pendakian. Gunung Sumbing memiliki 5 jalur pendakian yang bisa dilewati seperti berikut. 

Jalur Pendakian Gunung Sumbing Bersama Tim

  • Jalur Cepit Parakan
  • Sipetung
  • Bowongso 
  • Jalan Garung
  • Jalan Kaliangkrik

gunung sumbing

Jalur pendakian paling populer adalah jalur Garung karena mudah ditemukan lokasi basecampnya. Sedangkan jalur Kaliangkrik memiliki tiga akses masuk yaitu dari Desa Mangli, Butuh dan Adipuro. Kali ini kami memilih jalur Kaliangkrik dari basecamp Butuh.

Pengalaman Selama Perjalanan dari Basecamp Butuh Kaliangkrik

Kami memutuskan untuk memilih jalur pendakian dari Desa Kaliangkrik. Selama berada di basecamp tersebut kami membeli beberapa kebutuhan seperti makanan dan peralatan yang sekiranya diperlukan dalam perjalanan camping nanti. Oh iya, karena malas jalan kaki dan buang waktu lama, saya dan tim memilih untuk menggunakan jasa ojek menuju pos selanjutnya. Tenang saja, biaya ojeknya tidak mahal dan masih standar yaitu 15 ribu saja. Kalau menurut detail map jalur pendakian Gunung sumbing ini ada 4 pos yang berdiri di jalur Kaliangkrik. 

Saya dan tim memutuskan untuk camping di pos 4 dan dari jam 9 pagi untuk memulai pendakian. Diperlukan waktu selama 5-8 jam normalnya untuk sampai pada pos 4 ini menurut beberapa informasi yang kami kumpulkan. 

Basecamp – Pos 1

Jalan berbatu dan anak tangga akan mengawali perjalanan Anda dari Desa Kaliangkrik. Gerbang selamat datang Gunung Sumbing berdiri kokoh dan menyambut para pendaki di awal trek. Waktu yang diperlukan menuju pos 1 tidak lama, hanya sekitar 1 jam perjalanan saja. Karena udara cukup dingin dan cuaca berkabut kami pun mengenakan jaket agar tidak kedinginan.

pendakian gunung sumbing via butuh kaliangkrik

Beberapa pendaki yang turun dari puncak Gunung Sumbing kami jumpai ketika sampai pada pos 1. Dari wajah para pendaki tersebut tergambarkan rasa lelah namun puas meski keringatan dan sedikit pucat. Dalam hitungan detik 1 botol air minum langsung habis diteguk setelah diisi ulang. Saya sempat berdialog dengan salah satu pendaki dan ada yang mengejutkan kami terkait perkataan pendaki tersebut. 

“Sungai di atas lagi kering kak, sebaiknya diisi sekalian kalau mau ke pos selanjutnya”

Kami sempat bertanya-tanya kenapa sungainya bisa kering padahal kami memilih jalur ini karena banyak sumber airnya. Setelah itu, saya dan tim bergegas mengisi botol kosong dengan air yang kemudian kami bawa selama perjalanan menuju pos 4. Memang menambah beban bawaan gara-gara sungai di atas kering. 

Baca Juga : Berapa Biaya untuk Mendaki Gunung Everest? Simak Selengkapnya

Pos 1 – Pos 2

Medan pendakian mulai agak menanjak dan dikelilingi hutan ketika beranjak dari pos 1 ke pos 2. Jadi, sebaiknya latihan otot kaki dulu ya sebelum berangkat. Jalur tanah menyambut kami setelah melewati trek batu di pos 1. Masyarakat setempat yang mengumpulkan kayu kami temui di sepanjang perjalanan menyusuri pos 2 ini. Melihat pemandangan tersebut kami agak sedikit malu karena tersengal-sengal padahal masyarakat setempat biasa-biasa saja. Waktu perjalanan menuju pos 2 dari jalur pendakian Kaliangkrik menuju Gunung Sumbing kurang lebih 2 jam lamanya. 

Pos 2 – Pos 3

Setelah beristirahat sejenak kami melanjutkan perjalanan menuju pos 3 Gunung Sumbing. Dibandingkan pos 1 dan pos 2, elevasi  pos 3 gunung sumbing lebih rendah. Jadi, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalan lebih santai dibanding sebelumnya. Secara perlahan kami pun keluar dari hutan dan menemukan medan jalanan berbatu. Kala itu, Merbabu dan Merapi tidak tampak dari kejauhan karena ditutupi kabut, sayang sekali bukan.

gunung merbabu tampak kejauhan

Lebar jalan yang sebelumnya membentang luas kini agak menyempit di sepanjang jalur pendakian menuju pos 3 Gunung Sumbing. Ditambah sepanjang jalan banyak lubang, maka kami berhati-hati melangkah. 

Kami pun tiba di pos 3 setelah menempuh waktu perjalanan selama kurang lebih 2 setengah jam. Jika ingin berkemah di Gunung Sumbing, ada dua pilihan pos yang bisa digunakan camping yaitu pos 3 dan pos 4. Sambil beristirahat sejenak di pos 3 saya dan tim memutuskan makan siang dulu. 

Pos 3 – Pos 4

Kami tidak lagi menelusuri hutan selama pendakian dari pos 3 menuju pos 4. Trek yang kami lalui sedikit sulit karena berada di ketinggian 2600 mdpl. Meskipun capek, kami tetap semangat mendaki karena pemandangan yang kami lihat sepanjang perjalanan ini sangat menakjubkan. Kami tiba di puncak gunung atau di pos 4 pada pukul 5.30 setelah mendaki selama 2 setengah jam lamanya. 

Kami mulai mendirikan tenda sesuai jumlah tim yang ikut . Dari atas ketinggian ini kami bisa melihat pemandangan alam luar biasa yang membentang di depan puncak Gunung Sumbing. Rasa lelah terbayarkan dengan pemandangan menakjubkan tersebut. Setelah puas menikmati pemandangan alam dan bersenda gurau bersama tim kami besoknya kami memutuskan turun dan mengakhiri perjalanan kami. 

 

You may also like...